Selalu Ada Cerita Baik Karena JNE


Bisa pulang kerja tepat waktu dan sampai rumah lebih awal dari biasanya rasanya memang melegakan. Ya, bagi saya sampai rumah jam 18.30 sudah termasuk pulang cepat, mengingat jarak tempuh yang mesti lalui rata-rata 2 jam menuju tempat kerja.

Nah, petang itu, setahun silam, belum juga usai senyum saya yang merekah karena jagoan kecil saya tengah menyambut ayahnya pulang dengan antusias, tiba-tiba ada suara seseorang dari arah pagar rumah.

“Permisi paket!” terdengar suara seorang pria diiringi deru motor matic yang masih menyala.

Saya pun bergegas keluar dan menemui sesosok pria muda yang mengulurkan sebuah paket. Hmm, untuk istri saya ternyata. Belanja apaan sih dia? Biasanya basa-basi kalau beli sesuatu.

“Oke, makasih ya Mas...” ucap saya kepada kurir itu.

Heran juga, kenapa malam-malam begini dia rajin sekali mengantar paket untuk kami. Biasanya siang atau sore.

“Ini bunda, ada paket JNE, beli apaan sih?” tanya saya.

Istri saya sejenak terdiam. Wajahnya tampak bingung, tapi lama-lama dia menyerah. Tertawalah dia sambil membuka paket tersebut.

“Ya ampun... Kenapa juga si Abang JNE terlalu rajin malam-malam gini datang, ini kan paket REG mestinya besok siang baru sampai, haha... Kenapa pula si Ayah juga udah pulang dan terima paketnya...” ucap dia.

Saya masih bingung melihat tingkah wanita tercinta yang dulu berhasil menggaet saya menjadi suaminya ini.

“Emang beli apaan? Krupuk?” tanya saya.

“Hehe, maaf ya Yah, ini kado buat ulang tahun ayah besok lusa... Mestinya jadi surprise pas hari ulang tahun, eh ini gara-gara Abang JNE yang rajin malam-malam datang, jadinya surprisenya sekarang aja deh, haha....”

Oalah, kado ulang tahun toh? Ya ampun so sweet banget, sebuah kaos limited edition untuk kado ulang tahun saya yang mestinya baru dua hari kemudian. Hmm, JNE benar-benar ‘merusak’ pesta tapi justru memberikan kejutan yang tak direncanakan. Nggak apa-apa lah, ini justru lebih asyik daripada kalau paketnya datang terlambat beberapa hari setelah ulang tahun. Wah, itu mah bikin kesel namanya, keburu momennya hilang, hehe...


---

Selama ini kami sekeluarga memang mengandalkan JNE untuk jasa pengiriman. Apalagi saya yang selama beberapa tahun ini kerap berpindah-pindah kota tempat tinggal. Temanggung, Jogja, Solo, Jakarta, Kendari, Depok dan kini Bogor. Karena kerap berpindah kota, maka otomatis selalu ada jarak dengan keluarga besar saya, terutama orang tua yang tinggal di Temanggung, Jawa Tengah.
Pernah suatu ketika, menjelang lebaran Idul Fitri, saya harus mengambil keputusan untuk berlebaran di Kendari bersama anak dan istri saya, jauh dari keluarga besar kami dan kerabat lainnya di Pulau Jawa.

“Pak, Bu... Maaf tahun ini kami nggak bisa mudik, tiketnya sudah mahal banget, lagipula liburnya nggak lama...” kata-kata itu terucap dari mulut saya dengan bergetar. Sedih rasanya mesti berlebaran tanpa sungkem langsung di hari nan suci. Untungnya orang tua kami mengerti dan memaklumi kondisi kami saat itu.

“Bunda, kita kirim kacang mete dan ikan kering buat keluarga di Jawa, buat lebaran...” ucap saya pada istri.

Ya, Kota Kendari di Sulawesi Tenggara memang penghasil kacang mete dan juga karena daerah pesisir, ikan laut yang dikeringkan juga melimpah di sana. Nah, setidaknya paket yang kami kirim via JNE Express itu menjadi hadiah lebaran yang bisa kami berikan. Lumayan berat juga sih, tapi hal itu sebenarnya tak seberapa daripada rasa galau tak bisa berlebaran di kampung halaman.

“Nak, terima kasih paket oleh-olehnya udah nyampai. Wah, bisa jadi obat kangen ini, ikannya nanti disambel pakai terasi, pasti uenak tenan buat buka puasa....” ucap Bapak saya di ujung telepon.

Alhamdulillah, Bapak saya suka. Mertua saya juga suka. Alhamdulillah juga JNE tidak molor ngirim paketnya. Maklumlah saat itu bulan puasa dan menjelang lebaran pasti paket berseliweran di seluruh nusantara. ‘Peak season’ kalau istilah orang bule.


---

Kini sudah sekira dua tahun kami tinggal di daerah Bogor. Saat mencari tempat tinggal baru, salah satu kalimat yang terucap dari mulut saya saat itu adalah:

“Tenang Bun, nggak jauh dari JNE, aman...” dan istri saya pun tersenyum manis, mengalahkan manisnya senyum Kendall Jenner.

Memang, istri saya merintis bisnis online dengan berjualan seprei kekinian yang otomatis harus mengandalkan jasa pengiriman paket, dalam hal ini adalah JNE Express. Sejauh ini, tidak ada hambatan berarti karena JNE Express memberikan layanan yang aman dan cepat. Bahkan posisi pengiriman paket bisa mudah dilacak berkat sistem track shipment JNE.

Bisa dikatakan hadirnya JNE turut serta memicu tumbuhnya pebisnis baru yang mengikuti tren perkembangan bisnis online. Pengusaha kecil kini tak lagi berpikir lokal, tetapi sudah secara global sehingga memicu kreatifitas-kreatifitas baru di sektor ekonomi.

JNE pun pasti menyadari bahwa pihaknya sangat berperan besar seiring tumbuhnya bisnis online, meskipun bisa dikatakan sebaliknya, bisnis online juga berperan besar terhadap tumbuh pesatnya JNE sebagai penyedia jasa ekspedisi. Istilah kerennya adalah “simbiosis mutualisme”. Akhirnya sama-sama menguntungkan bro...

Pernah lihat tumpukan barang olshop di agen JNE? Saya mah sering, dan senang melihatnya. Berarti ekonomi masyarakat Indonesia tumbuh secara positif. Semua orang kini bisa jualan tanpa harus punya warung atau toko. Semua orang juga bisa belanja tanpa harus keluar rumah.

Nah, melihat kenyataan tersebut, wajar jika dalam rangka ulang tahun JNE ke-26 beberapa waktu lalu, JNE menyelenggarakan Hari Bebas Ongkos Kirim yang berlangsung pada 26 hingga 27 November 2016. Harbokir ini sesuatu yang baru dan menurut saya termasuk ide cemerlang.

“Ayah, beliin ini dong, mumpung lagi bebas ongkos kirim...” tiba-tiba istri saya menunjukkan sesuatu di layar smartphone-nya.

“Lho, bukannya kamu tuh pedagang, kok malah sibuk belanja... Udah bikin promo Harbokir belum?”
“Tenang Yah, udah banyak pesenan nih? Lumayan... Sekarang giliran Ayah beliin Bunda ya...” Hmm, teteup deh.
Sumber Instagram JNE
---

Menginjak usia ke-26 tahun bagi JNE, jika ibarat orang seharusnya sudah dewasa dalam kehidupannya. Seperti lazimnya jasa pelayanan, kepuasan pelanggan adalah nomor satu. Bagi saya sekeluarga, Alhamdulillah sampai saat ini pelayanan JNE Express tidak pernah mengecewakan.

Kepercayaan memang tidak bisa dibangun sekejap, tetapi melalui proses panjang dan pengalaman. Saya sendiri awalnya memakai jasa JNE untuk pengiriman dokumen biasa, lama-lama dokumen penting yang butuh kecepatan pengiriman pun saya percayakan ke JNE.

Begitu pula pengiriman barang, dari mulai barang bernilai biasa hingga akhirnya saya benar-benar yakin untuk membeli secara online barang-barang bernilai tinggi dan beresiko seperti handphone dan televisi. Puas rasanya ketika barang-barang tersebut sampai di tangan dengan kondisi yang bagus.

Anak saya bahkan kerap bermain peran sebagai kurir JNE dengan sepeda mininya. Keliling komplek perumahan lalu berhenti di depan rumah dan berteriak “Permisi paket!”. Sungguh, tidak ada penyedia jasa selain JNE yang kehadirannya selalu membuat kami deg-deg-an, bergegas menuju halaman rumah dan sejurus kemudian tersenyum senang.

Terima kasih JNE.



Previous
Next Post »
2 Komentar
avatar

Halo,

Terimakasih sudah ikut blog competition Cerita Baik bersama JNE, ya. Semoga beruntung :D

Salam bahagia,
Pungky Prayitno

Balas
avatar

Terima kasih mbak Pungky, salam sukses selalu...

Balas