Prelo yang Bikin Ketagihan dan Kisah di Balik Sebuah Barang Bekas

Terkadang barang-barang yang kita miliki seolah tidak akan pernah terpakai lagi dan menumpuk begitu saja di rumah. Padahal barang tersebut kondisinya masih bagus dan memiliki kenangan atau cerita unik tersendiri sehingga sayang untuk dibuang atau ditelantarkan begitu saja.

Bagaimana kalau dijual?

Hmm, dijual? Jawabannya bisa iya bisa tidak. Jaman dulu mah barang bekas atau second hand karena bekas dipakai orang lain kerap dipandang sebelah mata bahkan jijay oleh sebagian orang, terutama barang fashion. Paling ya barang bekas seperti mobil, rumah atau motor yang jelas punya pasar yang kuat sejak dulu.

Sekarang jual beli barang bekas telah berkembang pesat dan produk fashion serta barang-barang koleksi macam buku hingga CD sudah menjadi wajar ketika diperjualbelikan. Ada istilah keren yakni barang preloved yang intinya bermakna sebagai barang yang pernah dimiliki dan masih layak untuk berpindah tangan.

Barang bekas atau preloved tak jarang memiliki kisahnya tersendiri dan tentu ketika dijual dan disandingkan dengan kisah yang menyertainya, akan memberikan nilai lebih. Misalnya begini, kita punya barang bagus hadiah dari kekasih tercinta yang unyu-unyu, baik hati dan senyumnya menawan. Tentu sayang banget masak hadiah dari si dia malah dijual? Helooo...

Tapi tiba-tiba seminggu kemudian keadaan berubah. Kekasih yang unyu-unyu itu ternyata tertangkap basah selingkuh. Iya karena si dia kita pergoki bersama orang lain sedang asyik berenang di waterboom. Aduh please, ternyata sudah punya anak pula. Pantas mainnya di waterboom.

Sakit dong...

Nah, gimana nasib barang pemberiannya yak? Dibuang? Haduh sayang, barang mahal dan asli pula. Dikembalikan? Haduh, nggak sanggup nih lihat muka si dia lagi.

Yah, dijual saja kalau begitu. Siapa tahu ada yang berminat dan barang itu akhirnya lebih bermanfaat bagi orang lain. Tak perlu pusing dan repot lagi di era digital saat ini. Marketplace seperti Prelo bisa menjembatani antara penjual dan pembeli khusus barang-barang bekas bermerk asli dengan kondisi bagus.

Bagi saya aplikasi ini sungguh mengejutkan karena fitur dan kemudahannya sangat memanjakan penggunanya. Paling menarik tentu saja adanya fitur untuk mencantumkan “special story” dan “alasan jual”.

Yup, seperti halnya barang pemberian mantan kekasih, ternyata cerita semacam ini banyak dipakai oleh para penjual di Prelo. Atau juga karena ada barang-barang tertentu yang dibeli karena lapar mata dan akhirnya tidak terpakai karena barang serupa sudah banyak dimiliki di rumah. Alasan lainnya seperti dibelikan suami atau istri dan ternyata kegedean atau kekecilan ukurannya. Wah, makanya kalau beli ngajak-ngajak dong, daripada maunya surprise tapi malah salah ukuran, hehe.

Nah, sejak saya mengenal dan akhirnya mengunduh aplikasi Prelo, saya pun mencoba ikutan menjual barang-barang milik saya yang sekiranya masih bagus tapi tidak terpakai. Seperti halnya sarung tangan outdoor milik saya yang sama sekali belum pernah dipakai dan juga kaos official Kotak Band dengan tanda tangan semua personelnya yang saya dapatkan saat menang kuis di twitter. Lho, kok malah dijual? Yah, maaf deh, soalnya di rumah saya belum ada tempat untuk barang koleksi seperti itu, takutnya malah rusak kan lebih baik dikoleksi oleh fans beratnya.


Kategori barang yang bisa dijual di Prelo memang sangat beragam. Dari mulai fashion bekas pria maupun wanita hingga kategori lainnya seperti hobi, barang antik, buku, gadget, alat kecantikan, perlengkapan anak dan bayi, sampai peralatan rumah tangga.

Bagi yang hobi berburu barang bekas, Prelo adalah terobosan baru. Jika selama ini barang bekas bermerk dengan kualitas bagus hanya bisa dicari di pusat-pusat barang bekas atau pasar tertentu, sekarang sudah ada Prelo jadi tinggal rajin-rajin saja mencari lewat gadget. 

Bahkan sejak memasang aplikasi Prelo, bagi saya seolah tiada hari tanpa membuka aplikasi ini. Siapa tahu ada barang bagus atau barang yang saya pajang mendapat like atau komentar dari orang lain. Pikiran saya kemudian berkecamuk : “wah, mau jual apalagi ya? yang mana ya barang saya yang mau dijual? nggak mungkin saya jual krupuk bekas di sini.” Jelas sudah Prelo bikin ketagihan berjualan sekaligus nyari barang bekas yang masih keren.



Pada dasarnya berburu barang bekas memang menjadi keasyikan tersendiri. Dulu saat tinggal di Kendari, saya kerap berburu barang bekas branded di pasar setempat yang oleh warga lokal disebut dengan istilah barang “RB”. Puas rasanya ketika mendapatkan barang yang masih bagus dengan harga yang relatif lebih murah.

Nah, kini dengan hadirnya Prelo dengan moto atau semboyan atau istilah kerennya tagline “Jual Beli Barang Bekas. Aman. Berkualitas.” memang tempat yang pas untuk berburu sekaligus menjual barang bekas berkualitas.

Saya harus akui bahwa Prelo memang berhasil membuat saya jatuh hati. Idenya ternyata tak cuma menghadirkan platform untuk jual beli barang bekas, tapi lebih dari itu Prelo punya gagasan-gagasan yang diterjemahkan melalui berbagai fitur pendukungnya dengan keunggulan sebagai berikut:

1. Prelo hadir layaknya media sosial dengan memancing penggunanya untuk menceritakan kisah di balik barang yang dijualnya, ini kalau ketemu penjual yang suka curhat atau suka nulis seperti saya pasti menyenangkan sekali. Dulu pernah saya menjual sebuah laptop melalui situs tetangga sebelah dan saya nekat bercerita tentang suka duka saat memiliki laptop itu alih-alih menulis tentang fitur laptop bekas saya. Eh, ternyata dapat pembeli yang memuji iklan tersebut. “Keren mas iklannya, beda...” katanya. Nah, Prelo sepertinya mengerti bahwa hal semacam ini memang penting untuk dihadirkan, karena selalu ada cerita di balik barang kesayangan kita.

2. Ringan saat diinstal dan dipakai di smartphone kita. Jadi aplikasi Prelo memang tidak memberatkan performa smartphone meski memiliki fitur yang lengkap dan memadai.

3. Aplikasi Prelo sangat mudah untuk digunakan. Siapapun anda, apapun pekerjaan atau pendidikan anda, tak perlu kerepotan menggunakan aplikasi ini. Jadi saya pun tak harus membuat tutorial tentang penggunaan aplikasi Prelo karena begitu anda coba instal, mendaftar, mencari barang, membeli barang atau melakukan tahapan-tahapan menjual barang bekas anda, semuanya serba mudah. Pasti dijamin semua akan langsung paham pada saat mencoba pertama kali. Kalau tidak paham, mungkin anda sedang lapar. Jadi lebih baik makan dulu, biar fokus, hehe.

4. Say no to barang KW. Yup, mau KW 1, KW 2, KW Super atau KW Super banget, di Prelo semua itu dijamin tidak akan ada. Setiap penjual diminta untuk memberi jaminan bahwa barang itu merupakan barang asli alias tidak palsu. Prelo pun membuat sistem untuk menilai barang tersebut asli atau tidak, istilahnya dikurasi dulu. Nah, kalaupun ternyata barang yang kita beli terbukti KW atau palsu, pembeli berhak mendapatkan garansi uang kembali.

5. Sistem pembayaran melalui rekening bersama jelas memberikan jaminan kenyamanan dan keamanan bagi penjual maupun pembeli. Jadi sama-sama enaklah kalau jualan online. Tidak takut terjadi dusta di antara kita.

6. Kemudahan mencari barang yang akan kita beli, terutama karena ada Editor’s Pick di halaman utama.  Barang yang masuk kategori ini setidaknya dinilai tim Prelo adalah barang yang bagus dan layak dimiliki.

7. Kemudahan menjual barang bekas. Dari mulai upload gambar sudah ada panduannya seperti tampak depan, tampak belakang, pas label merek, saat dipakai hingga kalau ada cacat barangnya (wah jujur banget nih aplikasi). Kemudian si penjual pun diberi pilihan kurir pengiriman barang hingga ongkos kirimnya bisa milih mau ditanggung si penjual atau pembeli.

8. Fitur chatting pembeli dan penjual sangat menarik karena kita bisa tawar menawar. Jadi nilai plus-nya bisa nambah akrab atau bahkan nambah teman. Bagi yang jomblo siapa tahu dapat jodoh.

9. Terakhir ada penghargaan virtual dari Preloberupa badge atau lencana bagi penggunanya. Saya sendiri sempat senyum-senyum sendiri saat pertama kali dapat badge super active user karena tiap hari mengakses aplikasi ini. Tiada hari tanpa Prelo kini. Belum lagi yang lain, ada badge bagi top seller, bagi yang melaporkan barang KW, bagi yang melaporkan barang tidak sesuai deskripsi dan bagi si pemenang kontes yang diadakan Prelo. Pokoknya aplikasi ini benar-benar mencoba memanjakan penggunanya. Salut deh.




Previous
Next Post »
0 Komentar